Ginger Black Tea Club Masak
Ginger Black Tea Club Masak

Club Masak, Ginger Black Tea ialah sajian teh yang dicampur dengan jahe, teh ini juga cocok sebagai penghangat tubuh. Karena kandungan jahenya yang hangat.

Resep Ginger Black Tea

Bahan :

  • 250 ml susu
  • 1 sdm daun black tea
  • 1 sdm gula palem
  • Jahe, cuci bersih, memarkan
  • 1 jumput kayu manis, cincang

Cara membuat :

  • Rebus susu, teh, dan gula. masukkan jahe dan kayu manis, kecilkan api, rebus lagi selama 2-3 menit. Angkat, saring, dan sajikan.
Ginger Black Tea Club Masak
Ginger Black Tea Club Masak
Ginger Black Tea Club Masak
Ginger Black Tea Club Masak

Jahe merupakan jenis tanaman herbal yang sudah sangat terpercaya, khususnya oleh masyarakat Indonesia. Hal ini dapat terlihat pada olahan jahe yang biasa dinikmati sebagai minuman penghangat disaat cuaca dingin. Bahkan sifat jahe yang dapat menghangatkan badan ini, telah banyak digunakan oleh produsen obat-obatan yang mengatasnamakan jahe sebagai bahan racikan di dalam obat-obatan tersebut. Sifat jahe yang hangat dapat membantu meningkatkan suhu tubuh. Sejenis minuman yang sering dinikmati yaitu wedang jahe ini, memang sudah menjadi konsumsi wajib bagi penduduk daerah pegunungan. Selain itu jahe, juga memiliki anti virus dan anti toksin dengan membantu mempromosikan keringat yang dapat membantu mengobati batuk dan masuk angin. Ekstrak jahe ternyata dapat menekan pertumbuhan beberapa sel kanker, seperti mencegah penyebaran gejala kanker kulit,pankreas,kanker ginjal dan gejala kanker patu-paru. Masalah pernafasan yang paling umum diderita adalah batuk atau pilek. Jahe termasuk jenis ekspektoran alami yang berfungsi dalam melegakan sistem pernafasan, dengan yang memecah dan menghilangkan lendir (dahak) dapat dengan mudah keluar dan memulihkan sistem pernafasan seperti sedia kala. Ketika tubuh mengalami sebuah benturan benda tumpul, terkadang menyebabkan memar. Senyawa di dalam sari jahe merupakan anti inflamasi, dapat digunakan untuk meredakan nyeri secara alami akibat benturan tersebut. Manfaat jahe dengan kandungan anti inflamasi juga dapat mengurangi nyeri pada gejala penyakit rematik. Konsumsi jahe pada saat kehamilan masih kontroversial, karena ada beberapa kekhawatiran bahwa jahe dapat mempengaruhi hormon seks janin. Terdapat laporan keguguran janin saat berumur 12 minggu, pada wanita yang mengkonsumsi jahe untuk mengatasi morning sickness. Sejumlah penelitian pada wanita hamil memberikan hasil, bahwa jahe dapat digunakan secara aman untuk morning sickness tanpa membahayakan bayi. Risiko utama pada bayi yang menggunakan jahe saat hamil, tampaknya masih di ambang batas wajar yaitu sekitar 1% hingga 3%. Kemudian juga terlihat, tidak ada pemicu terhadap peningkatan risiko persalinan dini atau bayi lahir dengan berat badan rendah.